Desa Wisata Jimbung Klaten

Peta wisata KlatenDesa Wisata ini adalah sebagai salah satu desa di Kabupaten Klaten yang memiliki banyak potensi wisata pedesaan yang cukup layak untuk dikunjungi dan dinikmati.

Alamat: Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kab Klaten, Jawa Tengah

http://wisata-jimbung.jatengpromo.com

Siapa mau menikmati eksotisnya alam pedesaan di Kabupaten Klaten? Ungkapan vulgar untuk menyampaikan betapa desa wisata di Kabupaten Klaten telah siap di kunjungi dan dinikmati oleh wisatawan. Salah satunya adalah Desa Wisata Jimbung yang terletak di sebelah selatan kota Klaten kurang lebih 6 km, tepatnya di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes. Selama ini Desa Wisata Jimbung dikenal sebagai desa yang memiliki daya tarik spiritual utamanya pada hari raya Syawalan atau hari raya sesudah bulan puasa berakhir yaitu tepatnya H +7.
Desa Wisata ini adalah sebagai salah satu desa di Kabupaten Klaten yang memiliki banyak potensi wisata pedesaan yang cukup layak untuk dikunjungi dan dinikmati, tidak hanya untuk mencari kekayaan semata, namun juga pesona wisata desanya. Sebagai obyek wisata alternatif, Anda dapat menyaksikan kehidupan suasana alam pedesaan, udara pegunungan yang menyejukkan dan wisatawan juga dapat menghayati pola kehidupan masyarakat ala pedesaan yang aman, tentram, damai, jauh dari segala kesibukan kota besar yang populatif. Di sini wisatawan juga dapat mempelajari kondisi psiko sosial masyarakat Jawa yang sarat akan nilai-nilai luhur budaya Jawa, ramah tamah, gotong royong, saling menolong, ulet, sabar dan hidup harmonis dengan alam sekitarnya.
Wisatawan juga dapat menikmati kesenian yang dipentaskan oleh warga setempat, belajar mengolah tanah persawahan dan menanam padi, serta memancing yang sekarang merupakan aktifas yang makin langka.

Di Desa Wisata Jimbung Anda juga dapat mencoba belajar membajak yang merupakan salah satu aktifitas dalam mengolah lahan persawahan sebelum ditanami bibit padi. Alat pertanian untuk mengolah persawahan tersebut menggunakan tenaga hewan (kerbau/sapi) yang nampaknya sudah jarang kita temukan ditempat lain. Bentuk bajak tradisional tersebut berupa sebujur kayu dan pada ujung bawah dipasang besi lengkung tajam selebar kurang lebih 40-50 cm. Besi yang agak melengkung itu sebagai alat untuk membolak balikkan tanah. Proses awalnya dimulai dengan ngluku yaitu alat ini ditarik oleh 2 ekor kerbau atau sapi dan sehabis ini biasa disebut nggaru yaitu meratakan tanah setelah diberi air supaya mudah untuk ditanami bibit padi. Yang tak kalah mengasyikkan adalah berjalan di atas pematang sawah yang baru saja ditembok/diperkuat, kaki Anda penuh dengan lumpur dan betapa mengasyikkannya ketika Anda akan mencoba memandikan kerbau dan menghela bebek dari sawah untuk dimasukkan ke kandang. Ikut membajak di sawah, tentu hal ini merupakan suatu atraksi yang imposible terjadi di kota besar dan akan menjadi kenangan indah dalam hidup Anda.

Di Desa Wisata Jimbung ini, wisatawan dapat melihat cara-cara pembuatan batu bata merah, genteng, pembuatan gamping kapur (sebagai bahan pembuatan rumah) dan juga yang tak kalah menariknya adalah belanja dipasar tradisional. Wisatawan juga dapat juga belajar cara-cara penangkaran budidaya burung-burung yang sudah langka, misalnya budidaya burung Jalak Uren, Cucak Rowom dll.Rumah demit

Di Desa Wisata Jimbung ini banyak legenda ditengah masyarakat yang masih terpelihara dengan baik, salah satunya adalah Obyek Wisata Sendang Bulus Jimbung ini. Menurut cerita yang ada dimasyarakat, sendang ini dihuni oleh sepasang bulus/kura-kura yang bernama Kyai Poleng dan Nyai Poleng, keduanya merupakan jelmaan dari abdi Dewi Mahdi yang telah disabda menjadi bulus yang (dahulunya) mendiami sendang tersebut. Adapun sendang ini sendiri dibuat oleh Pangeran Jimbung yang gagah perkasa dengan menancapkan tongkatnya. Beliau bersabda bahwa kelak dikemudian hari sendang ini akan banyak didatangi orang yang akan memberi “makan”. Banyak orang percaya, bahwa barang siapa ingin mencari kekayaan dengan jalan pintas/meminta bantuan Kepada Kyai Poleng dan Nyai Poleng, kelak jika berhasil badan orang tersebut akan menjadi poleng seperti bulus jimbung.
Kaitan antara Obyek wisata Jimbung dengan orang akan bertujuan mencari kekayaan dengan jalan pintas sangat erat. Berjalan ke arah timur tepatnya di perbukitan pegunungan kapur, Anda akan melihat rumah tua yang berdiri dengan kokohnya diatas perbukitan kapur. Orang menyebutnya sebagai Rumah Demit karena memang tidak di huni oleh manusia. Rumah tua yang terletak diatas bukit pegunungan kapur ini dipercaya menjadi tempat bersemayamnya para dedemit/hantu/setan. Sejak kapan rumah tua ini dihuni oleh para dedemit, masyarakat tidak mengetahuinya secara pasti. Tidak mengherankan kalau rumah tua itu masih dikeramatkan oleh masyarakat desa hingga kini karena menyimpan banyak misteri yang sulit untuk kita buktikan dengan nalar dan akal manusia. Anda boleh mencoba jika mempunyai sesuatu tujuan, namun harus berani berpuasa dan tidur di rumah tua tersebut.

Silahkan mencoba!

Sumber: http://www.jatengpromo.com/promo/20

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s