Lensa Nikon AF-S 18-105mm VR

Nikon-18-105VR

Lensa 18-105mm VR sebetulnya adalah lensa kit dari Nikon D90, namun ada kalanya pemilik D90 kit menjual lensa ini untuk upgrade ke lensa lain yang lebih baik. Jadi di pasaran tersedia dua versi lensa 18-105mm VR, yaitu versi white box (copotan dari D90 kit) dan versi terpisah / box warna emas.

Lensa Nikon 18-105mm ini menjadi lensa zoom Nikon DX yang lagi-lagi overlap dengan lensa consumer-grade Nikon lainnya (dalam hal rentang fokal), seperti 18-55mm (kitnya D40-D5000), 55-200mm, 18-70mm (kitnya D70), 18-135mm (kitnya D80) dan 18-200mm. Hal ini berbeda dengan yang terjadi di jajaran lensa pro Nikon yang tidak ada overlap, mulai dari 14-24mm, 24-70mm, 70-200mm dan 200-400mm. Banyak pihak yang berharap Nikon akan membuat versi VR dari lensa 18-135mm  namun ternyata lensa 18-105mm VR hadir sebagai lensa kit dari Nikon D90.

Beberapa fakta dari lensa 18-105mm diantaranya :

  • rentang fokal lensa yang mencukupi untuk fotografi sehari-hari (equiv. 28-157mm)
  • variable aperture dari f/3.5 hingga f/5.6 (maks) dan f/22 hingga f/38 (min)
  • sistem stabilizer VR
  • optik yang sudah dilengkapi elemen ED dan aspherical, plus SIC coating
  • diameter filter 67 mm
  • mounting dari plastik
  • inner focus, tidak ada elemen di depan lensa yang berputar
  • format DX (tidak untuk DSLR full frame)
  • tanpa fitur kelas pro (distance scale, ring aperture dsb)

catatan: mengutip dari keterangan resmi Nikon, … beberapa istilah/singkatan saya juga masih belum paham benar

Tak bisa dipungkiri, lensa ini memang tergolong sebagai lensa serba-bisa (versatile lens) karena rentang fokalnya, sehingga praktis saat dipakai bepergian tanpa perlu membawa banyak lensa. Lensa ini juga sudah dianggap memenuhi syarat mendasar sebuah lensa modern karena sudah ada VR, pake motor micro untuk AF, ada elemen ED lens dsb. Tapi bagaimanapun lensa 18-105VR ini tetaplah lensa kit yang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian dari kita (terlepas harga jualnya yang lumayan mahal untuk ukuran lensa kit).

Bicara soal rentang fokal, khususnya di posisi tele, memang fokal lensa kit dari D90 ini punya keunggulan dibanding lensa kit lain yang umumnya berada di kisaran 55mm dan 70mm. Tapi apakah 105mm ini sudah mencukupi untuk kebutuhan tele atau tidak, tentu ini soal lain. Apalagi jika si empunya lensa tidak bermaksud untuk memiliki lensa tele tersendiri, tentu fokal 105mm itu (ekuiv. 157mm) perlu dipertimbangkan lagi apa sudah cukup panjang atau belum. Tapi bila kita merasa 105mm ini sudah cukup, maka lensa ini sudah bisa menjadi lensa utama khususnya untuk pemula. Tak heran meski 18-105VR ini sejatinya adalah lensa kitnya Nikon D90, namun banyak yang membeli lensa ini untuk dipakai di kamera lain mulai dari D40 hingga D300.

Lensa 18-105VR sepintas tampak serupa dengan lensa 18-135mm dengan ukuran yang relatif kecil meski memiliki diameter filter 67mm. Nikon-18-105VR Dalam posisi wide 18mm, tidak ada bagian dari lensa yang menonjol, namun begitu lensa di zoom maka elemen lensa akan memanjang dan akan berada di posisi terpanjang berada pada posisi 105mm. Posisi ring fokus manual berada di sebelah dalam (kebalikan dari lensa kit 18-55mm atau 55-200mm) sehingga terhindar dari resiko terputar secara tidak sengaja (seperti yang terjadi di lensa AF-S 24-70mm). Di samping kiri ada dua tuas selektor yaitu tuas manual/auto fokus dan tuas on/off VR. Dalam urusan manual fokus, lensa ini unik karena pada tuas tertulis kode A – M (bukannya M/A – M seperti lensa Nikon yang lebih mahal) namun dalam penggunaan manual fokus kita bisa memutar ring fokus kapan saja tanpa harus menggeser tuas dari posisi A ke posisi M. Gerakan zoom lensa saat di putar terasa kokoh dan tidak ‘enteng’ seperti lensa kit 18-55mm. Lensa buatan Thailand ini memiliki mounting dari plastik sehingga perlu hati-hati saat membawa kamera, jangan membawa kamera dengan cara menggenggam lensanya (supaya tidak patah).

Kinerja, hasil foto dan masalah lensa

Kecepatan fokus lensa ini (dinilai dari kecepatan motor SWM di dalam lensa) tergolong amat cepat dan mampu mengunci fokus (dalam kondisi ideal) dibawah setengah detik. Meski tidak secepat motor yang dipakai di lensa kelas mahal (seperti AF-S 24-70mm), kinerja fokus lensa ini masih setingkat di atas lensa kelas murah seperti 55-200mm.

Sistem VR bekerja baik dan sanggup bekerja hingga 3 stop, dengan situasi pemotretan 1/10 detik dan fokal 105mm bisa didapatkan hasil foto yang tetap tajam dengan mengaktifkan fitur VR ini.

Bicara soal ketajaman lensa, maka lensa Nikon ini sama baiknya dengan lensa Nikon lain, dimana ketajaman tetap terjaga pada bukaan maksimal dan tetap baik pada seluruh rentang fokal (di 105mm memang sedikit agak soft). Ketajaman juga didapat paling baik di bidang tengah gambar dan lebih soft di bagian tepinya.

Urusan kinerja makro dari lensa ini tergolong pas-pasan, tidak sebaik lensa khusus makro. Hal yang wajar mengingat lensa ini adalah lensa kelas ekonomis. Berikut contoh foto yang menggambarkan kemampuan makro dari lensa ini :

Hasil foto macro

Masalah utama dari lensa ini adalah pada distorsi barrel yang mengganggu pada 18mm, dan distorsi pincushion yang hadir mulai dari 30mm hingga 105mm. Masalah lain adalah bukaan diafragma maksimalnya yang sudah mencapai f/5.6 bahkan pada saat lensa baru berada pada posisi 70mm. Artinya, dari fokal 70mm hingga 105mm bukaan maksimal yang ada adalah f/5.6 saja.

 

Kesimpulan

Banyak orang yang mencari sebuah lensa yang bisa dipakai untuk kebutuhan fotografi dasar sehari-hari, dengan ciri ukuran kecil, rentang fokal yang lebar (wide hingga tele), ada sistem VR, optiknya bagus dan tentu harganya terjangkau. Keuntungan bagi anda yang memakai DSLR Nikon adalah banyaknya pilihan lensa yang masuk dalam kriteria ini, seperti lensa kit D70 yang legendaris (18-70mm), 16-85mm hingga 18-200mm. Nah, lensa 18-105mm ini pun mampu menjadi salah satu pilihan yang menarik karena memenuhi semua kriteria yang saya tuliskan di atas.

Sebagaimana layaknya lensa walk-around pada umumnya, lensa ini juga bukanlah lensa high performance yang dicari para profesional. Sebutlah karena material mountingnya yang terbuat dari plastik, bukaan diafragmanya yang tergolong lambat, tidak kompatibel dengan format FX / full frame, hingga cacat distorsinya yang tampak jelas membuat garis jadi melengkung. Selain masalah di atas, lensa ini merupakan lensa yang praktis dan bisa diandalkan untuk menghasilkan foto-foto yang indah, warna yang natural, kontras dan ketajaman yang tetap terjaga pada sepanjang rentang fokal.

Sebagai penutup, rekomendasi akan lensa ini adalah :

  • lensa ini sedikit lebih baik dari lensa kit pada umumnya (rentang fokal lebih lebar, lebih mantap digenggam, ring manual fokus lebih presisi dan diameter filter lebih besar), bisa dijadikan lensa utama anda untuk pemakaian sehari-hari
  • cocok untuk anda yang mencari lensa travelling (dipakai jalan-jalan) yang ringkas dan ringan berkat rentang fokalnya yang ekuivalen dengan 28-157mm
  • cocok dipilih bila tidak ingin memiliki lensa 18-200mm VR (entah karena mahal atau karena berat) meski tentu fokal 105mm hingga 200mm tak mungkin dijangkau oleh lensa ini
  • bila anda mau menambah dana untuk mencari lensa yang lebih ‘serius’ daripada lensa ini, bisa pertimbangkan AF-S 16-85mm VR yang punya mount logam, meski secara kualitas optik keduanya hampir sama dan sama-sama bukan lensa cepat
  • bila mau menambah lensa tele sebagai pelengkap lensa ini, bisa coba memakai AF-S 70-300mm VR (meski nantinya jadi ada sedikit overlap range di 70-105mm)
  • lensa ini tidak cocok untuk anda yang sering memotret benda-benda dengan garis tegas karena distorsi lensa ini yang cukup parah
  • lensa ini cukup nyaman bila ingin mencoba manual fokus karena ring manual fokusnya cukup presisi
  • lensa ini lumayan cocok untuk yang suka candid, jurnalistik atau sport karena motor AF-nya lumayan cepat, plus VR yang efektif hingga 3 stop
  • bagi pemilik D40/D60/D5000, bila anda ingin upgrade dari lensa kit 18-55mm ke lensa ini, lakukan hanya jika anda merasa fokal 55mm dirasa kurang cukup untuk kebutuhan tele (karena secara kualitas optik keduanya relatif sama bahkan ketajaman masih lebih baik 18-55mm)
  • bagi pemilik D90 yang sudah paket dengan lensa kit 18-105mm ini, bila anda ingin menjual lensa kit ini dan hendak membeli lensa lain, pertimbangan terbaik adalah lensa super-zoom 18-200mm VR yang punya build quality lebih baik dan rentang fokal lebih panjang, plus VR II yang lebih handal hingga 4 stop.

 

Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s