Kangen, diajeng!

Aku bersyukur tidak henti-hentinya kepada Allah, bahwa saat ini mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri. Tentu ini menjadi waktu yang sangat berharga bagiku. Banyak hal positif yang akan diperoleh nantinya, Insya Allah.

Aku sendirian di sini, berbeda dengan kebanyakan mahasiswa dari Bangladesh, Nepal, Malaysia, atau Indonesia sendiri yang berangkat bersama keluarganya. Di kamar selalu sendiri, dengan ditemani sepasang meja dan kursi, buku, laptop, kulkas, kompor gas, piring dan gelas, serta banyak benda-benda mati lainnya.

Terbayang!, seandainya seluruh keluarga tercinta ikut serta bersama, menemani hari-hari berat selama menimba ilmu. Makan 3x sehari ada yang memasakkan, badan capek pun ada yang memijatnya. Gelak tawa dan senyum manis mereka bisa menjadi obat stress ini.

DSCN2650 Jauh dari istri semata wayang yang begitu aku cintai, juga dengan anakku (yang pertama lagi), ternyata begitu berbeda. Kadang saat kangen itu datang dan manakala berhasil kembali mencuri perhatianku, rasa rindu terasa semakin menggebu-nggebu.  Menggebu-nggebu mengganggu pikiran dan hati. Angan-angan pun menggoda di sana sini. Waktu yang berlalu memang harus dipadatkan dengan berbagai kegiatan positif. Harus berhasil dan harus berhasil. Pelampiasan negatif yang tidak sesuai Qur’an Hadits justru kelak akan lebih menyiksa.

Beranjak tidur merupakan saat paling menyenangkan, sambil berdoa dan penuh harap semoga Allah mempertemukanku dan istri tercinta dalam suatu mimpi indah, Amin!

Mohon doa restunya, semoga berhasil dalam studi ini . . .

 

Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s