Mendalami Nikon D90 – terjemahan bebas: seri 01. Setting Nikon D90

Format SD Card

Jangan lupa untuk selalu mem-format Card sesaat setelah memasukkannya ke dalam kamera (diformat melalui kamera), atau setelah menggunakan card tersebut pada komputer (diformat melalui komputer). Langkah ini penting untuk menghindari terjadinya file corruption pada data didalam card. Sebelum format card, lebih baik untuk mem-backup terlebih dahulu data-data yang ada didalam card.

image

Reset

Reset setting kamera adalah salah satu tindakan penting sebelum menggunakan kamera. Berikut adalah urutan checklist yang dapat digunakan:

  1. Reset
  2. Program
  3. Picture Control

1). Tekan dan tahan button +/- dan AF selama beberapa detik. Reset akan ditandai dengan layar LCD atas yang berkedip-kedip dan setelah itu kamera akan normal kembali (tampilan layar LCD atas menjadi Auto).

2). Putar mode dial exposure disebelah kiri atas ke P (program) – program auto exposure.

3). Pengaturan gambar disajikan pada versi yang sederhana dulu. Pengaturan secara komplek dapat dibaca pada postingan berikutnya. Tekan button QUAL dan putar dial belakang untuk mengatur kualitas gambar atau putar dial depan untuk mengatur ukuran gambar. Tekan button WB dan putar dial depan untuk mengatur warna gambar.

Mode yang sering saya gunakan adalah BASIC untuk kualitas gambar, M untuk ukuran gambar, dan A3 untuk memberikan warna yang lebih warm (more orange).

Ukuran Gambar

Terdapat beberapa pilihan untuk menentukan ukuran gambar, diantara Larga (L) dan Medium (M). Untuk foto keluarga, 12 MP dapat digunakan. Ukuran ini mampu untuk dicetak pada kertas 50×75 cm. Untuk foto secara umum, ukuran 6 MP sudah cukup, mampu dicetak pada kertas berukuran 12×18 inch.

ISO

(diucapkan sebagai Eye-Ess-Oh, bukan “eyeso”) Saya biasa menggunakan ISO 200, yg juga merupakan default setting. Auto ISO adalah pilihan tepat yang membuat kamera mampu meningkatkan level ISO secara otomatis pada tempat yang cenderung gelap.

ISO 200 lebih tepat untuk memotret pada kondisi pencahayaan yang bagus. Pada tempat yang gelap, kamera akan menyesuaikan dengan set shutter speed yang rendah diikuti dengan level ISO hingga maksimum 3200.

White Balance

White Balance adalah cara bagaimana Anda mengatur keseimbangan warna. Dalam fotografi, warna sangatlah penting!! Default setting kamera adalah Auto WB. Untuk membuat warna gambar menjadi warmer, tekan button WB dan putar dial depan ke posisi Amber. A6 menunjukkan tingkat Amber yang lebih tinggi.

Posisi WB normal ada pada 0 (zero). Sementara untuk membuat gambar menjadi cooler, maka kebalikannya, gambar dapat diset ke posisi B6 (bluer). Biasanya saya menggunakan A3 dan A6 jika berada pada tempat yg shade. Terserah kepada pilihan Anda, sebab hasil potret adalah ART, bukan Science! Jadi apapun yang bagus bagi Anda, itulah yang terbaik!

 

Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s