DSLR Jadi Alternatif Kamera Video?

“Kenapa juga ya pengen bikin film pendek pake kamera DSLR?” Itu pertanyaan yang ditanyakan teman-teman saya yang melihat saya membeli Nikon D90. “Kalau mau bikin film pendek ya pake aja handycam mini-dv, atau pinjem aja Betacam dari kantor”, lanjutnya. Kamera DSLR ya untuk photo saja, tambahnya.

Waduh, dapet tetangan bejibun begitu, sempet mikir juga. Beli-ndak-beli-tidak…..bismillah akhirnya beli juga, walaupun saat itu masih 70% mantap. Habis dari review di Internet, hampir semua fotografer prof memuji kemampuan video dari Nikon D90. OK…beli!!!!

Well, akhirnya ketemu juga alasan yang rada mudah dipahami. Ada beberapa alasan jelas kenapa saya jadi excited sejak tahu Nikon D90 bisa merekam video HD. Apa itu?

  • Saya dari dulu pengen punya DSLR, namun baru mampu sekarang. Yach…kalo dari gaji sendiri, nabung berapa lama ya..??
  • Saya lebih suka memotret daripada membuat video, namun kalo ada kamera video yang interchangeable lens dan bisa shallow depth of field…waow its amazing
  • Saya mengimpikan DSLR dengan kemampuan video supaya point no.2 bisa lebih terjangkau dan mestinya teknologinya sudah ada
  • Camcorder dengan interchangeable lens dan bisa DOF (Depth of field) yang lumayan nggak akan dapet harga dibawah 30juta, coba cek harga di Jepun (jangan lupa kurs ya!!)
  • Sekarang Nikon D90 dengan harga terjangkau sudah bisa kedua-duanya, walau ada kelemahan di fitur videonya, karena curi denger dari Nikon yang “ini” masih sekedar ‘bonus’
  • Contoh-contoh hasil video D90 jelas lebih seperti film dan nggak terlalu kayak video, gimana nggak makin ngiler…

Screenshot Video dengan Nikon D90

OK, saya membandingkan budget produksi video pendek (ini asli dari temen yg udah ahlinya). Katanya, bikin gambar video dengan reproduksi warna dan DOF pakai modal dibawah Rp15jt, ndak cukup!! Rp.25jt deh, masih belum cukup!! Sekitar Rp.35 juta katanya!! Itupun masih perlu belanja 35mm lens adapter lagi, paling murah harus modal 50jt an. Sekarang dengan D90, ehm…..udah dapet gambar begitu bagus!

Nggak salah dong kalau di luar negeri pun banyak DOP dan zero-budget film maker yang jadi semangat dengan revolusi DSLR ini. Nggak semua mampu ngebangun kamera amatir dengan 35mm lens adapter kan? So…buat teman saya, semoga udah ngerti kenapa…

Ada yang bilang lagi, film itu yang penting content, ceritanya, bukan alatnya! Ya iya memang. Tapi nggak ada salahnya mengejar kemampuan gambar yang lebih bagus? Apalagi kalau sudah terjangkau!

 

Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s