Ibuku …

Aku panggil ibuku masih sama seperti ketika aku masih kecil di kampungku di jawa “ibu”… begitulah aku memanggil beliau.

Beliau sama dengan ibu-ibu yang lain di jawa, sosok pekerja keras yang tiada pernah lelah menanamkan semangat dalam diri putra-putranya.
Beliau pernah mengenyam pendidikan sampai dengan "SR ongko loro". Hari-hari sewaktu beliu muda dihabiskan bekerja membantu orang tua dan mengurusi industri rumahan gula kelapa kemudian beralih ke tahu sampai dengan sekarang.
Beliau tidak memberi berjejal-jejal kata dan nasihat, tetapi contoh dan tauladan yang baik. Walaupun tanpa lancar membaca tulisan tetapi “ibu” sangat pandai menghitung dan menyimpan hasil jerih payahnya.

Anak-anak merasa tiada sanggup untuk berleha dan terlena sementara beliau dengan tenaganya yang masih tersisa terus berusaha berkarya.
Ketika aku mengeluh, aku ingat “ibu” tiada pernah mengucapkan kata-kata “capek dan lelah”. Beliu terus berkarya demi menyekolahkan semua anak-anaknya hingga tiada satu pun yang tidak mengenyam bangku universitas.
Ibu… tak pernah marah apalagi menyakitiku. Beliau tak pernah memaksaku bekerja … Hanya memberi contoh hingga aku juga mengikuti cara beliau …
Untuk Ibuku yang bernama “Tumiyati”

Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s